28.12.10

Merancang tingkat Produksi dan Mutu pada Agribisnis Buah

Buah mengandung keberagaman vitamin dan mineral yang bagus bagi  kesehatan tubuh, khususnya untuk tujuan diet. Beberapa jenis buah tropika, mangga dan pepaya misalnya, sangat baik sebagai sumber karoten atau pro vitamin A. Demikian juga buah jeruk dan jambu biji, diketahui sangat baik sebagai sumber vitamin. Buah tropis maupun subtropis juga kaya pekin, serat, selulosa, untuk memperlancar usus. Umumnya, buah yang mengandung masukan hara cukup lengkap dan berasal dari bahan alami, sangat baik sebagai sumber asam organik, menambah nafsu makan, dan menjaga kesehatan pencernaan. 

Potensi buah tropis tidak saja untuk konsumsi, penanaman pada hutan lindung,  tani hutan (agroforestry) maupun hortikultura perkotaan serta tanaman pekarangan rumah kini menjadi penting diusahakan. Tanaman buah, dengan pohon besar dan rindang, bisa berfungsi sebagai ornamen tanaman perkotaan, mempercantik dan membentuk ruang terbuka hijau (RTH) suatu kota. Vegetasi tanaman buah di perkotaan tidak saja hanya mampu memperbaiki udara, namun berkontribusi bagi dalam keseimbangan ekologi. 
Potensi tanaman buah yang baik, secara ekonomi dan ekologi diatas, sayangnya masih belum optimal diambil manfaatnya oleh masyarakat luas. Tanaman buah, selama ini masih dianggap pelengkap tanaman pekarangan, atau tanaman bagi para pehobbies dan belum banyak dilakukan bagi tujuan bisnis komersial. Bagi tujuan bisnis komersial, penanaman buah harus direncanakan dan ditetapkan tingkat kualitas maupun produksinya terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan kegiatan budidaya dengan berbagai teknik teknologis untuk mencapainya, atau, sering disebut budidaya pertanian secara agribisnis. Kegiatan riset untuk menjamin perolehan buah pada produktivitas dan mutu yang direncanakan, agar menjamin target mutu dan tingkat produksi, salah satunya, dengan memperbaiki masukan (input) hara berdasar pada potensi genetis serta keadaan kesuburan lahan. Teknologi pemupukan, salah satunya teknologi pupuk dan pemupukan buah menggunakan pupuk tablet, dilakukan dengan penyediaan pupuk  pada komposisi khusus (formula spesifik) bagi kebun buahan yang diusahakan berdasar pada prinsip usaha pertanian ( agribisnis). 
 
Kebutuhan hara agribisnis buahan durian, mangga, manggis, pisang, nangka dan buah lainnya dirumuskan berdasar pada data hasil analisa jaringan dan daun kelompok tanaman tersebut. Dari dasar data tersebut, serta memperhatikan tingkat kesuburan lahan sentra tanaman berada, dibuatlah pupuk tablet Gramafix Buahan.  Gramafix® Buah mengandung unsur hara makro ( NPK), makro sekunder ( Mg, S, Ca) dan mikro ( Zn, Fe, Cl, Mn, B, Bo, Mo ), disajikan dalam bentuk tablet ukuran 10 gram. Dengan bentuk tablet, pemupukan tanaman buah lebih efisien dan efektif. Kehilangan unsur hara, tercuci aliran air maupun menguap (volatisasi) yang umum terjadi pada aplikasi pupuk bentuk tabur (prill) di permukaan tanah, terhindarkan dengan pembenaman tablet di kedalaman 10-15 cm. Bentuk tablet juga sangat baik diaplikasi bagi kondisi drainase kebun yang buruk, tergenang air serta penanaman pohon buahan di lahan miring. Bentuk tablet juga menurunkan biaya angkutan pupuk, khususnya bagi kebun di lokasi terpencil.
 
Kandungan hara lengkap, sesuai kebutuhan genetisnya, pada tablet Gramafix® Buah menentukan rasa buah serta produktivitas secara nyata (signifikan), sesuai potensi genetisnya. 
 
Komposisi hara dan dosis didasarkan pada analisa kebutuhan unsur hara, melalui data hasil uji jaringan dan daun, yang mencerminkan kemampuan tanaman tertentu dalam mengangkut hara. Misal, pada jeruk, diketahui untuk menjamin target perolehan hasil buah 30 ton/Ha diperlukan 270 kg/Ha N, 60 kg/Ha P2O5, 350 kg/Ha K2O dan 30 kg/Ha Sulfur. 
 
Demikian juga peranan dari hara makro sekunder, MgO sebagai penyusun khlorofil dan aktivator enzim, S dalam peranannya sebagai penyusun protein dan koenzym, serta Ca dalam fungsi permeabilitas selaput, kesemua hara makro sekunder akan menjamin kualitas buah sesuai potensi genetisnya. Unsur mikro esensial, kendati kandungannya sangat kecil, namun berpengaruh pada rasa buah. Peranan B (Boron ) dalam metabolisma karbohidrat dan angkutan gula memastikan fungsi hara sebagai pemberi rasa manis buahan. Tanaman buah, yang sudah cukup umur namun belum juga menghasilkan, dapat diduga terdapat kekurangan salah satu unsur makro sekunder maupun mikro ini, patut mencoba menggunakan pupuk tablet kandungan lengkap ini, dan, lihatlah apa yang terjadi. 
 
Kelengkapan unsur hara makro (NPK), makro sekunder (Mg,S,Ca) dan mikro ( Zn,Fe, Cl, Mn, B, Bo, Mo ) :pada jumlah masing-masing 17-8-17-3-7-3 dan 1 % unsur mikro serta disajikan dalam bentuk tablet ukuran 10 gram serta telah didaftarkan pada Departemen Pertanian RI No : T902/BSP/II/2003 serta memiliki sertifikat mutu pengguna Tanda SNI.

Pemupukan kebun pepaya dimulai sejak saat pembuatan lubang tanam dengan ukuran ( 20 x 20 x 20) cm bagi tanah gembur ( solum baik), dan berbeda bagi tanah solum keras, digali dengan ukuran ( 75 x 75 x 75) cm. Setelah di gali taburkan pupuk kandang atau kompos 10-20 kg, biarkan 2-3 hari terbuka, setelah 2-3 hari kemudian baru tanam benih pepaya, dari pesemaian. Setelah 1 (satu) bulan berikan pupuk tablet, dosis mulai 1 butir tablet@ 10 gram/ pohon, dan selanjutnya, usia 3 bulan ( 3 butir) per 6 bulan sekali. Bagi perolehan lebih baik, benamkan kompos 10 kg hingga 20 kg per pohon atau semprotkan  atau kocorkan disekitar perakaran pupuk organik cair (POC) Gramafert, dengan dosis 20 botol/Ha/tahun.
 
Pemupukan pada tanaman buah nenas dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 bulan. Pemupukan susulan berikutnya diulang tiap 3-4 bulan sekali sampai tanaman berbunga dan berbuah. Dosis pupuk yang digunakan adalah Gramafix (Buah) komposisi kandungan N-P2O5-K2O-MgO-CaO pada perbandingan 17-8-12-0-2+ mikro, bentuk pupuk berupa tablet, berat 10 gram dengan dosis anjuran satu tablet tiap diantara 2 (dua) rumpun tanaman. Cara pemberian, pupuk tablet Gramafix® Buah dibenamkan atau dimasukkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas, kemudian tutup dengan tanah. Untuk hasil sepenuhnya masukan organik, semprotkan Gramafert pada daun terutama diperlukan kandungan Nitrogen Organik ± 900 liter per hektar. Bagi pilihan pemupukan terpadu, kombinasikan dosis pupuk anorganik bentuk tablet dengan 20 botol @500 ml Gramafert pada setiap ha kebun nenas.
 

Dosis pada tanaman jeruk menghasilkan (TM- 5), 20 tablet @ 10 gram= 200 gram/ 6 bulan dan berikutnya bertambah sesuai keperluan. Benamkan tablet Gramafix di kedalaman 15 cm hingga 20 cm, dapat digunakan Bor tugal atau Biopori.  

Bagi perolehan lebih baik, lakukan pemupukan terpadu dengan mengkombinasikan pupuk tablet dengan pupuk organik. Benamkan kompos di parit yang melingkari luar jarak batang ke canpy atau semprotkan pupuk organik cair (POC) Gramafert, dengan dosis 20 botol/Ha/tahun.
 
Tanaman buah durian menghasilkan (TM5) sebagaimana direkomendasikan dosis oleh Balai terkait Hortikultura buahan adalah 166 kg Urea, 207 kg Sp36 dan 176 KCl/ Mop atau total jumlah kg dosis 549 kg/ Ha/ th akan memiliki kandungan nutrisi efektif setara 140 kg Gramafix® Buah / ha / thn. Pada populasi tanaman durian per Ha sebanyak 100 pohon, maka dosis/ pohon/ tahun sama dengan 1.400 gr/ phn/ tahun ( 140 tablet @ 10 Gr/ tahun) atau 700 gr/ 6 bulan.  
Bagi tujuan perolehan mutu dan tingkat produksi terbaik, tambahkan kompos pada parit di sekitar perakaran atau semprotkan pupuk organik cair (POC) Gramafert, dengan dosis 20 botol/Ha/tahun.
 
Pada tanaman pisang baru ditanamkan, benamkan di sekitar perakaran sekitar 2, 5 kg kompos dan 50 gr ( 5 tablet @ 10 gram) pupuk Gramafix® Buah. Tablet ditugal pada kedalaman 15 cm dari permukaan tanah, untuk 6 bulan berikut benamkan lagi 50 gram. 

Bagi perolehan lebih baik, lakukan pemupukan terpadu dengan memberikan  pupuk organik cair (POC) Gramafert, pada  dosis 20 botol/Ha/tahun, disamping pupuk tablet pada dosis diatas.
Beberapa contoh aplikasi komposisi hara dan pupuk tablet pada tanaman buah tropika diatas, cukup menggambarkan akan kemajuan teknologi pemupukan dalam kepentingan uapaya perolehan buahan sesuai potensi genetisnya. Dengan komposisi dan dosis pupuk mempertimbangkan kemampuan tanaman dalam mengangkut hara, melalui uji jaringan daun dan jaringan, potensi keunggulan genetis tanaman (buah) dapat dioptimalkan. Mengusahakan budidaya buah, dengan terlebih dulu menetapkan target produksi maupun mutu (kualitas) sesuai tren permintaan konsumen (pasar) yang sedang berkembang, kemudian menetapkan jenis dan jumlah input ( misalnya komposisi hara dalam pupuk tablet bagi pencapaian target), adalah cara bertani sebagai usaha (agribisnis). Dan, kalau mengelola kebun buah dilakukan secara agribisnis, budidaya pertanian pun, tidak ada bedanya dengan proses produksi dalam suatu pabrik (manufakturing).

Selanjutnya,
Pupuk dan Pemupukan: Komposisi Hara Pupuk Tablet bagi perolehan Buah, pada Potensi Genetisnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menuju Sistem Industri 4.0 Pembangkitan Biogas dan Produksi Kompos

Sistem pengukur dan pengendali berdasar kondisi PH dan suhu ini merupakan kelengkapan pada pembangkitan biogas dalam suatu instalasi biodig...