8.11.10

Usaha Jamur dan Instalasi Kompos

Kompos, sebagai hasil dari pengolahan sampah dan limbah organik, bermanfaat besar bagi upaya memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik ( C- Organik) dan akan meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikrobia yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikrobia ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikrobia juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman dengan asupan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, lebih bernas dan lebih enak.

Kompos juga digunakan para pehobbies tanaman hias, nursery dan bunga sebagai bahan yang baik dalam pembuatan media tanam. Secara umum, media tanam harus mampu menjaga kelembaban sekitar perakaran, menyediakan cukup udara ( memiliki porositas tinggi) , dan dapat menahan ketersediaan unsur hara. Kompos merupakan media tanam organik yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik, atau semua material yang berasal dari makhluk hidup seperti jerami, sekam, daun, rumput, dan sampah kota. Kelebihan dari penggunaan kompos sebagai media tanam adalah sifatnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah, secara fisik, kimiawi, maupun biologis. Selain itu, kompos juga menjadi fasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen ( N) yang sangat dibutuhkan oleh semua tanaman.

Kompos yang telah dipasteurisasi dalam bedeng jamur ( shed) dan suhu telah turun sampai 35-40 derajat C dilakukan penaburan bibit jamur ( spawning) , jadilah kompos sebagai media tanam jamur . Penaburan bibit dilakukan dengan memasukkan bibit ke dalam lapisan kompos dan sisanya disebar diatas permukaan kompos, dengan tinggi sekitar 25-30 cm. Pasteurisasi ialah pemanasan kompos dan ruangan rumah jamur dengan uap panas sampai temperatur 70 derajat C selama waktu 5-7jam. Suhu kompos dipertahankan 70 derajat C selama 2-3 jam.


Bagi kepentingan menyediakan pupuk hayati, kompos ( termasuk dalam katagori pupuk organik) adalah pembawa ( carier) yang baik menyimpan mikrobia. Pupuk hayati ( mikroba) tidak menyediakan hara bagi tanaman. Jadi tidak memiliki kandungan N, P, atau K. Di alam mikroba-mikroba ini memiliki peranan yang sangat penting bagi tanaman. Hampir seluruh proses penyerapan hara oleh tanaman dibantu oleh mikroba. Bisa mengandung beberapa jenis mikroba, misal yang berperan dalam menambat N dari udara, contohnya Azosprillium sp, Azotobacter sp, Rhizobium sp ( pada kacang-kacangan) , atau ada juga mikroba dalam pupuk hayati yang berperan dalam pelarutan hara P, contohnya Aspergillus sp dan Penicillium sp. Memperkaya pupuk organik ( kompos) dengan mikroba sebenarnya adalah menggabungkan antara peran pupuk organik - menyediakan hara dan ‘ vitamin’ bagi tanaman, sekaligus menyediakan ‘ makanan’ untuk mikroba dalam pupuk hayati.

Makin luasnya spektrum pemanfaatan kompos bagi berbagai bisnis lainnya antara lain jamur kompos, media tumbuh tanaman dan produksi pupuk hayati, kini mengelola sampah dan limbah organik telah menjadi peluang usaha bagi usahawan (UKM), koperasi dan berbagai pihak yang berminat. Instalasi Produksi Kompos didirikan di kota, di dekat timbulnya sampah organik, seperti di kawasan komersial ( foodcourt, restoran, hotel, pasar sayuran). Kelimpahan sampah di kota, menjadi peluang bagi bisnis jasa olah sampah, sekaligus hasilkan kompos bagi kepentingan penggunaan di berbagai bisnis lanjutannya*)  

3 komentar:

  1. Anonim3:11 PM

    pertanian organik seharusnya bs membuat harga hasil pertanian lebih murah dong....tapi di spmarket kok mahal ya

    BalasHapus
  2. Dalam kondisi Indonesia, kompos relatif mahal karena bahnnya sudah terlanjur ada di kota. Mobilisasi kompos ke pertanian dengan produksi di kota, menaikan harga kompos. Padahal dosis kompos jauh lebih besar dibanding penggunaan pupuk kimia (sintetis), dan secara umum tanaman organik, relatif lebih rendah tingkat produksinya, karenanya harga hasil pertanian organik relatif lebiih mahal.

    Di negara maju, pangan hasil pertanian organik dihargai konsumen dengan lebih tinggi dibanding pangan hasil pertanian pupuk kimia. Di Indonesia, hal itu masih terbatas di kalangan atas dan sangat sadar akan bahaya kepada kesehatan.

    BalasHapus
  3. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai pertanian indonesia.Benar benar sangat bermamfaat dalam menambah wawasan kita menjadi mengetahui lebih jauh mengenai indonesia.Saya juga mempunyai artikel yang sejenis mengenai indonesia yang bisa anda kunjungi di sini

    BalasHapus

Menuju Sistem Industri 4.0 Pembangkitan Biogas dan Produksi Kompos

Sistem pengukur dan pengendali berdasar kondisi PH dan suhu ini merupakan kelengkapan pada pembangkitan biogas dalam suatu instalasi biodig...