13.7.18

Wisata Bioindustri Sampah dan Limbah Hingga Tepung Modifikasi Cassava dan Sari Buah

Dengan biaya Rp 100.000/ orang termasuk makan siang dan buffet Kece terdiri dari sajian selai bolen, sari buah, es kepal selai dan kopi-teh-coklat panas,  pengunjung wisata Bioindustri dapat melihat dan ikut praktek mengolah sampah anorganik ( plastik,  sampah kering lainnya) menjadi minyak maupun energi panas. Sementara  jenis biomassa ( sampah organik,  limbah ternak, gulma air, gulma kebun dan limbah industri pertanian) dijadikan bahan bakar pembangkit panas ( kompor, lampu petromak, grill  ikan), maupun jadi bahan bakar generator menghasilkan listrik serta menjalankan aneka mesin pertanian, alat teknik perbengkelan bahkan mesin kendaraan. Residu olah sampah yang tidak dimusnahkan jadi energi adalah kompos. 

Dalam model bioindustri, kompos menjadi media tanam aneka tanaman ketela, buah dan sayuran serta lidah buaya. Anda sekaligus dapat melihat proses pembuatan makanan dan minuman sehat menyehatkan dari berbagai tanaman itu.


Keberadaannya diharapkan memberi informasi secara mendalam
kepada masyarakat yang berkepentingan dengan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan seperti
pengembang property (perumahan, kawasan niaga, apartemen, kawasan
industri), organisasi masyarakat terkait sampah (LSM, RW, Desa),
perusahaan korporasi penimbul sampah dan, khususnya, siswa peserta didik
(SMA, SMK) akan berbagai aspek yang terkait dengan pemanfaatan biomassa
( termasuk sampah).
Lokasi dapat ditempuh 7,3 km dari gerbang Tol Moh Toha kearah selatan Bandung, atau sekitar 500 m dari  lokasi wisata Kampung Batu (Tektona Water Park) dan  bukit Mountain Breeze untuk melihat pemandangan dari atas bukit. Berjarak 10 km sebelum lokasi wisata Ciwidey ( Kawah Putih,  Situ Patenggang, pemandian air panas Cimanggu, kuliner, Perkebunan Teh  Gambung) serta kawasan wisata Pangalengan (Situ Cileunca), persisnya di  Jl Desa Langonsari (Cibiuk) Pameungpeuk Bandung Selatan,
Sebagai salah satu ikhtiar meluaskan model pengelolaan sampah, limbah dan biomassa hingga proses hasil pertanian tepung modifikasi cassava dan sari buah, lokasi  yang bisa menjadi tujuan wisata edukasi teknologi ini menyediakan peraga yang dapat dicoba para pengunjung, antara lain menjalankan alat :
1. Gasifier GS 50 pemusnahan sampah anorganik/ mengolah plastik menjadi minyak bakar (fuel oil),


2. Komposter BioPhoskko bagi pengolahan sampah menjadi bahan Pupuk dan Pemupukan,


3. Digester Biogas, Bio Elektrik dan Pupuk penghasil energi (bahan bakar gas), 


4. Membuat media tanam dari kompos bagi pot bertingkat (vertikultur), modul taman vertikal dan hidroponik


5. Pompa lumpur probiotik ( residu pembangkitan biogas) berupa pupuk cair sebagai pakan dan media kolam ikan (lele).


6. Menjalankan generator listrik serta pembangkitan energi panas ( kompor, petromak biogas).


7. Demo dan praktek membuat sari buah awet atau yoghurt buah (Fruitghurt) mampu berdaya simpan 2 (dua) bulan tanpa pengawet, perasa dan pengental sintetis
          8. Demo dan praktek pembuatan tepung modifikasi cassava ( mocaf) 


10. Demo dan praktek pembuatan pancake dan kue, bala2 dan aneka makanan berbahan tepung modifikasi cassava (mocaf)







Manfaat bagi para pengunjung adalah memahami proses bioindustri berikut berbagai alat dan cara yang ditunjukkan lebih detail: Pengunjung juga dapat pula menikmati prasmanan di Buffet Kece berbahan tepung modifikasi cassava (Mocaf), minuman sari buah (fruitghurt), aneka selai serta es kepal. Bahan makanan merupakan contoh bahwa hasil olah sampah berupa residu kompos adalah nutrisi baik bagi tanaman ( singkong, buah, lidah buaya/ aloe vera). 

Reservasi/ pemesanan

 Hilman Amirudin, WA 08157002935, Hendri Yuliantoro 08112220116, Gema, 08112220764


4.7.18

Peluang Bisnis Tepung Mocaf, Produksi di Kebun Jadi Mudah dan Murah

Bio Industri Tepung Mocaf dengan Mesin Portabel di Kebun Singkong akan sangat bersaing dengan harga terigu impor.   

Laporan dari Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) menunjukkan bahwa impor gandum bahan terigu dari Juli 2015 sampai Mei 2016 telah mencapai total 8,2 juta ton. Sedangkan sepanjang 2016 mencapai 8,71 juta ton. Impor gandum tahun ini ditaksir meningkat antara 5-6 persen hingga 8,79 juta ton.  Volume impor gandum Indonesia pada 2017 naik sekitar 9% menjadi 11,48 juta ton dari tahun sebelumnya. Demikian pula nilainya meningkat 9,9% menjadi US$ 2,65 miliar dari sebelumnya.

Dengan harga tepung terigu mulai Rp 8.000 hingga Rp 12.000/ kg pada saat kurs USD= Rp 13.000, tepung Mocaf dengan bioindustri dukungan mesin portabel BM 2T akan pada Rp 8.000/ kg. Harga itu telah memberikan keuntungan wajar kepada pelaku usaha tepung maupun petani singkong. Apabila pembayaran gandum dengan kurs dollar akan menaikan harga terigu, tepung mocaf dari kebun singkong akan makin kuat bersaing.  

 

Kebutuhan Tepung dan Pemenuhannya

Kebutuhan masyarakat akan tepung selama ini bergantung ke terigu impor. Kini, dengan enzim dan alat mesin dari penyedia teknologi Bioindustri PT Cipta Visi Sinar Kencana (CVSK), telah dikonfigurasi paket alat mesin portabel yang dapat bekerja menghasilkan mocaf di kebun singkong dengan sifat dan karakteristik terigu, dengan kelebihan dan kekurangan diantara keduanya.

Tepung modifikasi bahan singkong ( modified cassava flour) atau mocaf lebih baik dalam hal indeks glikemik (IG) serta bebas glutten. Gluten adalah campuran amorf (bentuk tak beraturan) dari protein yang terkandung bersama pati dalam endosperma (dan juga tepung yang dibuat darinya) beberapa serealia, terutama gandum, gandum hitam, dan jelai (Wikipedia). Namun mocaf kurang bagus dalam penggunaan bahan olahan pangan tertentu. Dari berbagai uji resep masakan di Kencanaonline Cafe & Eatery (KECE), tepung mocaf enak dan baik pada pembuatan bolu ( dan semua penganan teknik kukus) dan aneka panganan goreng seperti bala2, pisang goreng dan bolen.



Harapan pada ketersediaan pangan dari singkong, karena dibandingkan dengan sumber beras dan jagung masih tertinggi. Produksi singkong mencapai 195 kuintal/hektar sedangkan beras 49,44 kuintal/hektar dan jagung 44,52 kuintal/hektar (Ahmad Subagio)

Paket Alat Mesin dan Enzim Starter Mocaf

Alat mesin portabel tepung mocaf BM 2T berpenggerak mesin bahan bakar bensin atau solar ini  dapat dimobilisasi ke kebun singkong terpencil (remote area), atau jalan masuk kendaraan kecil. Dibanding dengan mesin menetap (fixed) skala pabrik mocaf besar,  Alat mesin portabel tepung mocaf BM 2T dengan konsep berpindah dari 1 kebun ke lokasi lain ini memiliki keunggulan antara lain:
1. memotong biaya angkut singkong yang sangat nyata pada besaran biaya variabel dalam produksi mocaf. Dengan rendemen 25%, biaya angkut singkong ke pabrik, misal Rp 1.000/ kg, akan memotong harga mocaf Rp 4.000/ kg.

2. Konfigurasi alat memiliki fungsi ganda sekaligus mengolah limbah pertanian ketela pohon ( daun, batang muda, kulit singkong) menjadi kompos. Dengan masukan kompos, telah teruji kenaikan produksi singkong dapat mendekati potensi genetiknya 120 ton/ Ha yakni mencapai 100 ton/Ha. Bandingkan dengan rata2 petani tanpa asupan kompos hanya 20-30 ton/Ha.   

Paket mesin dikonfigurasi bagi pembuatan mocaf ( modified Cassava Flour).  Mocaf adalah salah satu produk hasil olahan singkong yang dapat menyubstitusi terigu, dengan karakteristik lembut, putih, tidak berbau singkong dan bahkan glutten free. Dengan kapasitas 2 ton bahan baku per hari, mesin Portabel Tepung Mocaf BM 2T terdiri dari mesin pembersih singkong RKE 1 T, mesin pengupas dan pengiris ( peeller and slicer), 20 drum fermentor L 220, mesin peniris ( spinner) MPP 3000 L, dan mesin penepung ( disk mill)




Mesin akan menguntungkan bagi pengusaha tepung, gabungan kelompok tani (Gapoktan), maupun lembaga sekolah dan pesantren yang memiliki konsumen tepung bagi kebutuhan pembuatan aneka makanan seperti roti, pancake, bala-bala, pisang goreng, cookies dan aneka pangan yang selama ini menggunakan bahan baku terigu.


Pancake atau Panekuk bahan 100% mocaf dengan selai buah
Kapasitas olah 2 ton/ hari akan berkemampuan mengolah hasil 1 ha kebun singkong hanya 15 hari dengan rendemen 25% atau akan dihasilkan 7.5 ton tepung mocaf. Pada kondisi harga tepung Rp 8.000/ kg, pendapatan dari olah singkong/ ha pada kondisi produktivitas kebun minimal 30 ton/ Ha adalah Rp 60.000.000. Pada budidaya singkong dengan memanfaatkan kompos organik, kebun 1 ha berpotensi hasilkan hingga 100 ton. Dari kapasitas mesin 2 ton/ hari, produktivitas kebun singkong 100 ton akan menghasilkan hingga 25 ton tepung senilai Rp 200.000.000
Mesin Pembersih Singkong dan Pengolah Limbah Singkong
Mesin portabel dapat dimobilisasi masuk ke kebun2, menggunakan pilihan bahan bakar penggerak enggine Honda Gx (bensin) dan biogas dari limbah tanaman ketela pohon, Jiang Fa ( solar) maupun listrik.

Hasil Olah Limbah Ubi Kayu Naikan Produktivitas Kebun

Disamping hasil tepung, dengan menambahkan Mesin Pencacah Organik MPO 500 (Honda Gx) kedalam perlengkapan Mesin Portabel Tepung Mocaf BM 2T  juga akan mampu mengolah limbah kapasitas 1 ton/ hari menghasilkan kompos dari olahan limbah ( kulit, daun dan batang muda) pohon singkong.

Mesin MPO 500 mencacah limbah dan singkong bahan Dekstrin

22.6.18

Prasmanan Murah di Buffet KECE: Model Bio Industri Singkong dan Buahan



PAKET ALL YOU CAN EAT ROTI, ANEKA SELAI DAN SARI BUAH RP 15.000/ Pax

Sari dan Selai berbahan buah2an segar dan aneka roti dari tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) ketela yang dihasilkan Bandung Selatan, mulai senin ( 25 Juni) setiap hari dibuka prasmanan di Buffet KECE, KencanaOnline Cafe & Eatery - Kece Jl Raya Banjaran No 390 Pameungpeuk KM 13 Bandung.

Menu Utama Sari dan Es Kepal selai Buah ( varian jeruk, melon, nanas, kesemek, jambu, dll), Roti ( Kukus, Panggang, Bakar), minuman seduh panas (kopi, coklat, teh) serta compliment ( kadang ada kukus singkong, ubi, nasi goreng, bolu ) yang berobah tiap harinya. Ambil dan makan secukupnya untuk sarapan, makan diet sehat siang hari, camilan sore maupun makan malam, semua pilihan itu memberi tenaga, sehat menyehatkan tubuh.

Pagi pkl 6.00-10.00

Siang Pkl 11.00- 16.00

Sore Pkl 17.00- 19.00

Malam Pkl 19.00- 22.00

Hanya Rp 15.000/ Pax/ orang ambil makana PER PAKET ROTI ( PILIHAN KUKUS, BAKAR, PANGGANG), SARI BUAH ( VARIAN JERUK, MELON, KESEMEK, LECI) DAN MINUMAN PANAS ( TEH, KOPI, COKLAT) 

Bio Industri singkong dan buah-buahan untuk menghasilkan bahan makanan sehat murah. Pertanian  dengan masukan kompos akan menaikan produktivitas singkong dan buahan, kemudian diintroduksi penggunaan teknologi pasca panen dan pengolahan hasil panen. Enzim dan mekanisasi singkong akan menghasilkan kualitas produk lebih baik, menaikan daya kompetisi dan kekuatan dalam persaingan.

Selanjutnya.........

16.6.18

Bio Industri Keniscayaan Bagi Bangsa Berdikari

FORUM KOMUNIKASI MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA BERAUDIENSI DENGAN KOMISI IV DPR RI
Oleh : Staff Ahli Komunikasi Eksternal POPMASEPI – Idzhar Jaya Nugraha

Jakarta (20/04/2015). Komisi IV DPR RI menerima audiensi dari Forum Komunikasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (FKMPI) di Ruang Rapat Komisi IV, Gedung DPR RI.  
Audiensi yang dilakukan bukan tanpa persiapan, pada tanggal 17-19 April 2015. Koordinator FKMPI demisioner yaitu POPMASEPI telah menyelenggarakan sebuah diskusi dan kajian berupa Sosialisasi Buku SIPP 2013-2045 mengenai “Pertanian Bio-Industri Pertanian Berkelanjutan” disambung dengan diskusi bertemakan“Inovasi Pertanian Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)” di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Diskusi kali ini dihadiri oleh berbagai pihak, yaitu Kementerian Pertanian RI, Bapak Ir. Sonson Garsoni (pelaku usaha bio-industripertanian), Prof.Dr. Dwi Andreas Santosa (Guru Besar IPB), Dr. Ir. Rahmat Pambudy,MS (Wakil Ketua Umum HKTI) dan Ir. H. Winarno Tohir (Ketua Umum KTNA). Mengenai diskusi yang dilakukan tentunya merupakan sebuah bagian dalam persiapan pertanian Indonesia dalam memanfaatkan peluang usaha sektor bio industri dalam persaingan pertanian yang semakin ketat. Kita dituntut memiliki inovasi yang solutif daalam menjawab tantangan-tantangan yang ada dalam pertanian di Indonesia.


13.6.18

Bioindustri Singkong dan Buah di Selatan Bandung

Harapan bagi ketersediaan bahan pangan murah, menyehatkan dan tersedia atau dapat dibudidayakan di hampir semua wilayah Indonesia, datang dari singkong. Data FAO (tahun 2007), yang keluar pada awal Desember 2009, menunjukkan bahwa Indonesia berada pada ranking keempat sebagai penghasil kasava. Menurut FAO, lima besar negara penghasil kasava adalah 1. Nigeria 34,4 juta ton; 2. Thailand 26,9; 3. Brasil 26,5; 4. Indonesia 19,9; dan 5. Republik Demokrasi Kongo 15 juta ton. Potensi Indonesia masih bisa lebih ditingkatkan lagi, mengingat budi daya singkong terhitung mudah dan murah, dibanding dengan serealia. Karenanya diperlukan model instalasi pengolahan singkong yang terintegrasi dengan pemanfaatan limbahnya sehingga memiliki daya saing tinggi.

Mendirikan Instalasi Produksi Tepung Mocaf Skala Kecil di Sentra Produksi dilakukan dengan melengkapi instalasi produksi mocaf dengan pembangkit energi listrik dari limbah. Dengan demikian memiliki keuntungan ganda, mendapatkan listrik dan pupuk ( bagi peningkatan produksi ketela pohon) dan sekaligus, menyelesaikan limbah yang sering jadi masalah dalam pabrik pengolahan bahan singkong, misalnya tapioka. 

Sementara lain, dari kemelimpahan kompos organik hasil olah sampah, limbah dan biomassa di Bandung Selatan, dihasilkan aneka komoditas pertanian buah ( strowbery, melon, jambu, jeruk, buah naga, lidah buaya atau aloe vera, kesemek) serta makin luasnya sentra produksi singkong, kopi, teh dan susu. Semua kebaikan dari siklus organik itu dihadirkan KencanaOnline Cafe  Coffee & Eatery​  (KECE) dalam sajian minuman dan makanan menyehatkan.

Sari dan selai buah hasil proses fermentasi dan destilasi tanpa pengawet dan pewarna bisa bertahan lebih dari 2 bulan, dipadukan dengan pemanis sirop buah (High Fructosa Syrup) terbuat dari kulit singkong, memiliki kandungan bakteri pencernaan yang baik serta kalori dan IG (Glycemic index) rendah aman dikonsumsi semua umur, termasuk penderita diabetasi (DM 1 dan 2), pengidap hipertensi maupun masalah sindrom metabolisme tubuh lainnya.  

Dalam kaitan ikhtiar mengembangkan kawasan Bio-Industri Pertanian itulah dilakukan Silaturahmi Ied Fitri 1439 H dengan para penggiat dan petani buah, singkong ( cassava) dan lidah buaya ( aloe vera) di wilayah Banjaran.

PT Cipta Visi Sinar Kencana (CVSK) perusahaan penyedia teknologi ( mesin, agen hayati, enzim) Bioindustri saat ini tengah bergiat mengembangkan pertanian singkong dan buah-buahan. Kami menerima supplai aneka buah ( kesemek, melon, jeruk, jambu, nanas, dan buah lokal lain(, singkong ( ketela) dan lidah buaya (aloe vera), diutamakan dari petani di kawasan radius 10 km dari lokasi keberadaan kami,Jl Raya Banjaran Bandung Selatan

Dalam kaitan itu, di saat Iedul Fitri 1439 H/ 2018, kami mengundang dan membuka diri (open house) kepada para petani hadir, bincang2, setiap hari pkl 13.00-17.00 tanggal 15 Juni - 17-18-19-20 Juni 2018.

Untuk menguatkan tema diskusi, akan terhidang Sari Buah 100 % Kece ( Sari Kesemek, Nanas, Jeruk, Melon, Jambu), seduhan Kopi Gn Puntang dengan gula cair ( Fruktosa) singkong dan kue2/ Roti dari tepung Mocaf ( Modified Cassava Flour) berikut selai buah serta, Jelly Lidah Buaya. 

Makanan minuman itu ber bahan pangan sehat ( tepung cassava, gula singkong, sari buah probiotik tanpa pengawet) 100 % bahan lokal, yang dengan mekanisasi dan ketersediaan enzim, kini dapat diproduksi oleh semua petani di berbagai wilayah tanah air.

Penyediaan nutrisi bagi pertanian buah, singkong, aloe vera pun cukup dengan kompos hasil fermentasi dari semua limbah panen dan proses produksi pangan.

http://www.kompos.biz/2018/06/nutrisi-organik-dukung-pertanian-buah.html

10.6.18

Mengandalkan Gula dan Tepung Pembuatan Roti dari Singkong

Saat ini harga gula pasir Rp8.000 per kg. Gula asal tebu Sacharum officinarum merupakan sumber pemanis utama. Kebutuhan gula nasional mencapai 4,3-juta ton per tahun. Padahal, produksi dalam negeri hanya 2,72-juta ton per tahun, sehingga untuk mencukupi kebutuhan Indonesia harus mengimpor.
 Singkong sebagai sumber pati ketersediaannya memadai. Luas penanaman singkong cenderung meningkat. Pada 2008, luas tanam kerabat jarak itu 1.204.933 ha meningkat dari setahun sebelumnya yang 1.201.481 ha. Harganya pun lebih murah ketimbang sumber pati lain seperti jagung. Selain itu rendemen juga sangat tinggi, mencapai 80-95%. Artinya dari sekilo tapioka menghasilkan 800-950 g gula cair. Untuk memproduksi gula cair, produsen dapat memanfaatkan tapioka alias tepung singkong. Dari sekilo singkong menghasilkan 250-300 g pati. Menurut Richana gula cair dari tapioka dibuat dengan teknologi enzimatis. Prosesnya terdiri atas dua tahap: likuifikasi dan sakarifikasi yang melibatkan enzim. Likuifikasi merupakan pemecahan pati menjadi dekstrin dengan bantuan enzim alfa-amilase. Sedangkan sakarifikasi berupa penguraian dekstrin menjadi glukosa dengan enzim amiloglukosidase.
Proses pembuatan gula cair berbahan baku kulit singkong dilakukan melalui dua tahap utama yaitu likuifikasi dan sakarifikasi. Proses lukuifikasi dan sakarifikasi untuk mendapatkan glukosa dapat dilakukan dengan teknik enzimatis. Hidrolisis secara enzimatis dapat menghasilkan derajat konversi pati menjadi glukosa lebih tinggi dibandingkan dengan hidrolisa secara asam, dan dapat mencegah terjadinya kehilangan flavour (aroma). Untuk menghasilkan sirup glukosa dengan mutu yang baik maka dilakukan proses pemucatan, penyaringan dan penguapan. 
 
Harapan bagi ketersediaan bahan pangan murah, menyehatkan dan tersedia atau dapat dibudidayakan di hampir semua wilayah Indonesia, datang dari singkong. Data FAO (tahun 2007), yang keluar pada awal Desember 2009, menunjukkan bahwa Indonesia berada pada ranking keempat sebagai penghasil kasava. Menurut FAO, lima besar negara penghasil kasava adalah 1. Nigeria 34,4 juta ton; 2. Thailand 26,9; 3. Brasil 26,5; 4. Indonesia 19,9; dan 5. Republik Demokrasi Kongo 15 juta ton. Potensi Indonesia masih bisa lebih ditingkatkan lagi, mengingat budi daya singkong terhitung mudah dan murah, dibanding dengan serealia.


Proses luquifikasi adalah proses perubahan pati dari kental menjadi encer. Campuran pati dan air (suspense pati) yang dipanaskan sampai mendidih akan berubah bentuk menjadi kental yang disebut tergelatinisasi. Setelah ditambahkan enzim, suspensi tersebut menjadi encer. Pembuatan suspense pati dilakukan dengan menggunakan tangki atau panci sembari dilakukan pengadukan. Untuk membuat suspensi gelatin adalah dengan mencampurkan bahan baku singkong yang telah diparut atau menggunakan tepung singkong dilarutkan dengan air dengan komposisi: 50 kg bahan baku dan 150 liter air kemudian diaduk hingga rata.
 
Praktis membantu proses produksi industri kecil dalam pembuatan bumbu rempah, serundeng, santan kelapa, pati singkong, tepung tapioka, pembuatan kerupuk singkong (cimpring), pembuatan tepung garut, dan kegiatan usaha lain yang memerlukan mesin parut.  Mesin cocok dimiliki pengusaha yang memberi perhatian pada kalkulasi dan efisiensi biaya serta sekaligus peduli lingkungan dengan mengolah limbah dari proses produksi usaha makanan (kuliner), jasa catering, restoran, rumah makan maupun industri kecil berbasis hasil pertanian lainnya

Setelah itu, ke dalam tangki tersebut dimasukan enzim alfa-amilase dengan aturan pakai 1 ml untuk 1 kg pati. Jadi untuk 50 kg padi ditambahkan 50 ml enzim alfa-amilase. Enzim tersebut berfungsi untuk menghidrolisis pati sehingga pati yang kental karena panas (proses gelatinisasi) akan menjadi cair. Derajad keasaman (pH) suspensi diatur hingga antara pH 6.2 - 6.4 dengan penambahan kapur tohor. Pemasakan suspensi pati dilakukan sampai mendidih yaitu pada suhu 105 C. Pada proses pemasakan akan terjadi proses dekstrinasi (proses menjadi dekstrin).  



Proses selanjutnya adalah sakarifikasi yaitu proses perubahan dekstrin menjadi gula. Pati telah terpecah menjadi desktrin selanjutnya didinginkan manjadi 60 -64 C. Larutan pati selanjutnya disaring terlebih dahulu, kemudian cairan tersebut dimasukan ke dalam tangki sakarifikasi dengan penambahan enzim amiloglukosidase dengan aturan pakai 1 ml / kg pati. Enzim ini berfungsi untuk memecah rantai desktrin menjadi glukosa. Selama proses berlangsung dilakukan pengadukan untuk mencampur enzim dengan sempurna. Proses sakarifikasi membutuhkan waktu maksimal 76 jam. Proses sakarifikasi dinyatakan telah optimal jika telah kadar gula 30-35 Brix. Semakin rendah kandungan glukosa , semakin tinggi kandungan dekstrin dan maltosannya. 

Langkah selanjutnya adalah dilakukan proses pemucatan bertujuan untuk menghilangkan kotoran-kotoran dan warna yang tidak dikehendaki atau untuk penjernihan yaitu dengan memberi arang aktif. Arang aktif memiliki kemampuan adhesi atau penyerapan sangat kuat sehingga dapat mengikat, menggumpalkan dan mengendapkan komponen anorganik atau organik untuk membebaskan sirup dari kotoran yang tak diinginkan. Suhu selama pemucatan diatur 80 oC. 

Kemudian dilakukan penyaringan berguna untuk memisahkan arang aktif dan komponen yang melekat pada cairan sirup. Penyaringan diharapkan dapat menahan partikel kotoran yang telah digumpalkan sebelumnya oleh arang aktif sehingga cairan yang dihasilkan berwarna kuning muda bening. Hasil penyaringan tersebut, kemudian diuapkan. Proses penguapan dilakukan dengan menggunakan alat penggorengan yang besar. Penguapan dengan cara ini akan menghasilkan gula yang berwarna kuning kecoklatan. Proses penguapan dilakukan pada suhu 70 oC, sehingga dihasilkan gula yang berwarna jernih kekuningan. Penguapan bertujuan untuk memekatkan glukosa dari 30-35 brix menjadi 43-80 brix.

Gulassava memiliki keunggulan harga murah, penggunaan yang lebih hemat (lebih manis), dan sehat sehingga dapat menggapai konsumen kalangan menengah Ke bawah, konsumen yang mempunyai pola hidup diet, dan dapat pula dijual ke berbagai industri (Business to Business) yaitu Restauran dan Cafe, Hotel, Industi kue basah, kering dan roti, Industri Sirup, dan Industi Es Krim. Gulassava akan dijual dalam kemasan botol isi 500 gr Gula Cair dan bentuk jerigen dengan isi 5,000 gr 

Singkong dari Kelimpahan Kompos Hasil Olah Sampah Pun Jadi Roti Bergengsi

Roti Kong isian selai nanas ini dikemas dalam silinder mika per 600 gram. Roti Kong Selai Nanas ini dikenalkan untuk ikut menaikan pamor tanaman tradisional petani yakni singkong ( cassava) atau nama ilmiahnya (Manihot utilissima). Kandungan gizi singkong per 100 gram meliputi:Kalori 121 kal, Air 62,50 gram, Fosfor 40,00 gram, Karbohidrat 34,00 gram, Kalsium 33,00 miligram, Vitamin C 30,00 miligram, Protein 1,20 gram, Besi 0,70 miligram, Lemak 0,30 gram, Vitamin B1 0,01 miligram ( Wikipedia). 
Tepung mocaf ( modified cassava flour) dari singkong diketahui mempunyai indeks glikemik (IG) rendah sehingga kadar gula darah yang ada di dalam tubuh tidak akan cepat naik menjadi menarik untuk dijadikan pengganti terigu dalam pembuatan nastar selai nanas. 

Menghadirkan Roti Kong Langsung Dari Kebun, Ikhtiar Bioindustri

Mocaf (modified cassava flour) merupakan tepung singkong yang dimodifikasi sehingga memiliki tekstur lebih baik yaitu putih, tidak berbau singkong, lembut, dan memiliki daya kembang lebih baik dibandingkan tepung singkong yang tidak dimodifikasi. Untuk memberikan daya saing terhadap tepung (impor), perlu diupayakan efisiensi sistim produksi melalui mekanisasi yang dapat dilakukan di tingkat kebun serta penanganan (handling) logistik.
Kehadiran pelaku bioindustri seperti PT CIPTA VISI SINAR KENCANA dalam sistim agribisnis singkong adalah menjadi penyedia alat mesin dan enzim fermentasi pati singkong, menjadi pemasar tepung mocaf ( modified Cassava). Secara umum, alat yang dibutuhkan untuk memproduksi tepung mocaf adalah pengupas dapat menggunakan pisau, mesin slicer/pemotong, mesin peniris chip singkong setelah fermentasimesin penepung, mesin ayakan, dan alat pengemas. 




Prinsip memodifikasi sel singkong dengan cara fermentasi, menyebabkan perubahan karakteristik yang dihasilkan berupa naiknya viskositas (daya rekat), kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan solubility (kemampuan melarut) sehingga memiliki tekstur yang lebih baik dibandingkan dengan tepung tapioka atau tepung singkong biasa.

  1. Sortasi Dan Penimbangan.
Sebelum singkong diproses, disortasi terlebih dahulu untuk memisahkan singkong yang rusak dan tidak memenuhi standar mutu, kemudian setelah itu dilakukan penimbangan agar dapat diketahui berat kotor dan berat bersih sehingga dapat dianalisis total produk jadi dan dapat dihitung tingkat kegagalan.

  1. Pengupasan.
Pengupasan kulit singkong dapat dengan menggunakan mesin. Singkong yang telah dikupas sebaiknya ditampung dalam bak atau ember yang berisi air sehingga tidak menyebabkan timbulnya warna kecoklatan dan sekaligus menghilangkan asam sianida (HCN).

  1. Pencucian
Setelah dikupas, kemudian singkong dicuci dengan menggunakan air bersih. Hindari penggunaan air yang mengandung kaporit atau terkontaminasi bahan kimia. Penggunaan air yang mengandung kaporit akan dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri fermentasi terhambat.



  1. Slicing / chiping (pemotongan).
Singkong yang telah dicuci bersih kemudian dipotong-potong tipis-tipis berbentu chip berukuran kurang lebih 0.2- 0.3 cm.

  1. Fermentasi / Perendaman.
Proses fermenasi chips singkong dilakukan dengan menggunakan drum plastik yang diisi air kemudian dilarutkan starter Bio-Mocaf. Perendaman chip singkong diupayakan sedemikian hingga seluruh chip singkong tertutup air. Proses perendaman dilakukan 30-48 jam. 
  1. Penepungan.
Setelah chips singkong betul-betul kering hingga mencapai kadar air maksimal 13%, selanjutnya dapat dilakukan proses penggilingan dengan menggunakan mesin penepung.
Bagi skala kebun, dapat dilakukan penyederhanaan alat bantu (mekanisasi) dengan:
1. Kupas umbi singkong dengan mesin parut untuk membuang kulit terluar berwarna cokelat dan kulit dalam yang tebal ( untuk digunakan pembuatan gula cair) 
2. Cuci bersih singkong untuk membuang tanah dan kotoran lain. Rendam dalam air untuk mencegah perubahan warna.

3. Rajang umbi singkong dengan MPO atau penyawut (slicer). Ketebalan umbi kira-kira 3 mm.

4. Rendam irisan singkong dalam larutan starter 0,01% Permifan/ Enzym MOCAF dari bobot umbi segar. Seluruh bagian irisan singkong harus terendam. Fermentasikan selama 8—12 jam. Bisa digunakan tong drum HDPE biru/ bahan komposter M/ L220 ( tutup bisa diputar)

5. Tiriskan irisan dan segera pres dengan Pengepres Santan/ Dewatering, dalam 6 jam supaya kering. Tanpa pres, pengeringan 18 jam.

6. Jemur irisan singkong beralas anyaman bambu atau plastik di bawah terik matahari di area genteng Lt II. Kadar air ideal 12—14%.

7. Simpan irisan singkong kering dalam wadah plastik tertutup atau langsung digiling dengan mesin penepung beras yang ada
di Lt II.

8. Ayak tepung hasil penggilingan dengan saringan 60 mesh ( lebih lembut dibanding yang biasa dipakai MPP 3000) sehingga siap pakai untuk pembuatan roti,kue.





Wisata Bioindustri Sampah dan Limbah Hingga Tepung Modifikasi Cassava dan Sari Buah

Dengan biaya Rp 100.000/ orang termasuk makan siang dan buffet Kece terdiri dari sajian selai bolen, sari buah, es kepal selai dan kopi-te...